Panomnom Logo
Loading...

GERD dan Gastritis: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Pernahkah kalian merasakan mual, sakit tenggorokan, sering bersendawa, sesak nafas, atau nyeri di dada? Bisa jadi itu pertanda kalian terkena Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD. Yup, rasanya pasti sangat tidak nyaman. Penyakit ini dapat membuat aktivitas harian kalian menjadi sulit. Perawatan untuk GERD biasanya dapat berupa perubahan gaya hidup dan bisa melalui obat-obatan juga. Apa saja penyebab, gejala, dan pengobatan untuk GERD? Dan bagaimana dengan gastritis? Apa perbedaan antara gastritis dan GERD? Mari kita bahas!

Apa itu GERD?

Allergic photo created by Lifestylememory - Freepik
Loading...
Allergic photo created by Lifestylememory - Freepik

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah suatu kondisi dimana asam lambung naik kembali ke kerongkongan. Ini dapat menyebabkan mulas dan gejala lainnya. GERD merupakan masalah yang umum, sekitar 1 dari 5 orang yang terkena penyakit ini. GERD disebabkan karena adanya masalah pada Lower Esophageal Sphincter (LES). LES adalah otot berbentuk cincin yang berfungsi memisahkan lambung dari kerongkongan.

Pada umumnya, LES akan mengendur/membuka untuk memberi jalan pada makanan yang masuk ke lambung dan kemudian mengencang/menutup lagi untuk menjaga agar asam lambung dan empedu tidak mengalir kembali ke kerongkongan. Jika LES tidak menutup rapat, asam lambung dan empedu dapat mengalir kembali ke kerongkongan. Ini yang menyebabkan peradangan dan mulas. GERD dapat diobati dengan mengonsumsi obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Dalam kasus yang parah, mungkin memerlukan operasi untuk mengobatinya.

Apa itu Gastritis?

Brunette photo created by benzoix - Freepik
Loading...
Brunette photo created by benzoix - Freepik

Sekarang kita akan menjelaskan apa itu gastritis. Gastritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan adanya peradangan pada lapisan lambung. Gejala gastritis yang paling umum adalah rasa terbakar atau sakit pada perut. Gejala lainnya, termasuk mual, muntah, dan kehilangan nafsu makan. Gastritis dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk infeksi, penggunaan alkohol yang berlebihan, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, maka orang tersebut memerlukan antibiotik. Jika penyebabnya terkait dengan pengobatan yang sedang dipakai, maka pengobatan tersebut perlu dihentikan. Namun, dalam kebanyakan kasus, gastritis sembuh dengan sendirinya dalam beberapa minggu.

Penyebab GERD dan Gastritis

Salah satu kemungkinan penyebab GERD adalah hernia hiatus. Hernia hiatus adalah suatu kondisi di mana bagian atas perut mendorong ke atas melalui diafragma dan masuk ke dada. Ini dapat memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala GERD. Kemungkinan penyebab GERD lainnya adalah obesitas. Orang yang mengalami obesitas lebih mungkin mengalami refluks daripada mereka yang tidak obesitas. Ini mungkin karena kelebihan berat badan memberi tekanan pada perut, menyebabkan asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Kemungkinan penyebab GERD ketiga adalah merokok. Asap rokok dapat melemahkan sfingter esofagus bagian bawah, sehingga kemungkinan besar asam lambung akan mengalir kembali ke kerongkongan.

GERD yang disebabkan oleh kecemasan merupakan masalah umum yang dapat diobati. Pada umumnya, kecemasan adalah salah satu penyebab GERD. Kecemasan dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti stress di tempat kerja atau sekolah, masalah keuangan, masalah kesehatan maupun keluarga. Saat seseorang cemas, tubuh melepaskan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini dapat menyebabkan otot-otot di perut menjadi tegang, yang menyebabkan gejala GERD seperti mulas dan refluks asam.

Elegant man photo created by ASphotofamily - Freepik
Loading...
Elegant man photo created by ASphotofamily - Freepik

Untuk gastritis, tak hanya satu penyebab saja. Sebaliknya, ada banyak hal yang dapat menyebabkan peradangan dan iritasi pada lapisan lambung. Beberapa penyebab umum termasuk: bakteri Helicobacter pylori, penggunaan NSAID (obat anti-inflamasi non-steroid), makan makanan tinggi lemak, penyalahgunaan alkohol, dan merokok. Selain itu, stress dan diet juga dapat berperan dalam mengembangkan gastritis. Misalnya, makan makanan pedas atau makanan yang mengandung asam dapat memperburuk lapisan perut dan menyebabkan gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut.

Bakteri Helicobacter pylori menjadi penyebab utama dari gastritis dan tukak lambung. Ini merupakan bakteri umum yang dapat ditemukan dalam makanan yang kurang matang dan air yang tidak bersih. H. pylori ditularkan melalui kontak dengan benda atau makanan yang terkontaminasi, atau melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Bakteri ini juga dapat ditularkan dari ibu ke anak saat kelahiran. Gejala infeksi H. pylori termasuk sakit perut, mual, muntah, dan diare. Pada kasus yang parah, H. pylori dapat menyebabkan perdarahan dan perforasi lambung atau usus. Pengobatan untuk infeksi H. pylori biasanya melibatkan antibiotik dan obat acid-suppressing.

Penyalahgunaan alkohol dapat menyebabkan gastritis. Pertama, dapat mengiritasi lapisan perut. Kedua, dapat mengganggu penyerapan makanan dan nutrisi di lambung. Ketiga, dapat meningkatkan produksi asam lambung. Semua efek ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada lapisan perut. Jika tidak diobati, gastritis akibat alkohol dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti bisul dan bahkan kanker.

Dalam beberapa kasus, gastritis mungkin disebabkan oleh usia manusia (lanjut usia) dan mempengaruhi lapisan pada perut. Seiring bertambahnya usia, lapisan perut menjadi lebih tipis dan kurang mampu menahan asam lambung. Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit. Penyebab lain yang paling umum dari gastritis adalah stress. Ketika seseorang sedang stress, tubuh melepaskan hormon yang disebut kortisol. Hormon ini dapat menyebabkan lambung memproduksi lebih banyak asam, yang dapat menyebabkan gastritis. Selain itu, stress dapat menyebabkan orang untuk makan makanan tidak sehat atau minum alkohol, yang keduanya juga dapat menyebabkan gastritis.

Gejala GERD dan Gastritis

Gastritis vector created by macrovector - Freepik
Loading...
Gastritis vector created by macrovector - Freepik

GERD, atau Gastroesophageal Reflux Disease, adalah kondisi yang disebabkan oleh tidak lancarnya aliran asam lambung dari lambung ke kerongkongan. Apa saja gejala dari GERD? Gejala GERD antara lainnya mulas, susah untuk menelan, dan regurgitasi (kondisi dimana makanan yang sudah tertelan akan naik kembali ke mulut). Banyak orang dengan GERD juga mengalami nyeri dada dan rasa asam di mulut mereka. Meskipun penyebab GERD tidak selalu diketahui, GERD dapat diperburuk oleh faktor gaya hidup seperti diet dan olahraga, serta kondisi medis seperti obesitas dan diabetes.

Sementara itu, salah satu gejala gastritis yang paling umum adalah sensasi terbakar di perut kalian. Sensasi ini bisa dirasakan di mana saja dari perut bagian atas hingga dada. Gejala umum lainnya adalah mual. Kalian mungkin merasa ingin muntah, atau sakit perut. Beberapa orang juga mengalami kehilangan nafsu makan, dan akibatnya mengalami penurunan berat badan. Gejala lain termasuk kembung, sembelit, dan diare. Gastritis akut merupakan suatu kondisi dimana lapisan lambung mengalami peradangan yang parah. Hal ini dapat menyebabkan sakit perut yang mendalam. Dalam beberapa kasus, gastritis akut memerlukan rawat inap. Jika tidak diobati, gastritis akut dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius seperti sakit maag dan bahkan kanker.

Pengobatan GERD dan Gastritis

Sport drink photo created by jcomp - Freepik
Loading...
Sport drink photo created by jcomp - Freepik

Beberapa orang dengan penyakit GERD dapat mengelola gejalanya dengan mengubah pola makan dan gaya hidup mereka. Misalnya, menghindari makanan asam dan pedas, minum air putih, yang cukup, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi alkohol. Perawatan untuk GERD salah satunya seperti obat-obatan seperti antasida (menetralkan asam lambung yang menyebabkan mulas), Proton Pump Inhibitors (PPI), atau operasi juga dapat menjadi pilihan bagi orang-orang dengan GERD yang sudah parah. Lalu, bagaimana cara menyembuhkan GERD secara permanen? GERD seringkali dapat disembuhkan secara permanen melalui operasi. Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan, sangat penting untuk mendiskusikan pilihan yang terbaik dengan dokter kalian.

Ada banyak cara untuk mengobati gastritis. Seberapa optimal cara yang dilakukan, semuanya tergantung pada penyebab gastritis tersebut. Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, maka dapat mengonsumsi antibiotik (dengan anjuran/resep dokter). Jika penyebabnya adalah virus, maka dapat mengonsumsi obat antivirus (dengan anjuran/resep dokter). Jika penyebabnya tidak diketahui, maka dapat mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu melindungi lapisan perut dan tentunya sesuai dengan resep dokter. Perawatan yang berfungsi untuk membantu mengurangi asam lambung seperti H2 blocker atau Proton Pump Inhibitors (PPIs) juga dapat dilakukan. H2 blocker bekerja dengan menghalangi produksi asam lambung. Ini membantu mengurangi mulas dan masalah pencernaan lainnya. Pembedahan sangat jarang dilakukan untuk mengobati gastritis. Perawatan untuk gastritis biasanya melibatkan perubahan gaya hidup seperti mengurangi makan makanan pedas, juga menghindari kafein dan alkohol.

Lihat resep makanan pedas disini: Ayam Sambal Merah, Ayam Balado, Tumis Daging Sapi Pedas, dan Buncis cah Udang Pedas.

GERD vs Gastritis

Choice photo created by wayhomestudio - Freepik
Loading...
Choice photo created by wayhomestudio - Freepik

GERD dan gastritis merupakan dua kondisi dari pencernaan yang dapat menyebabkan berbagai gejala. Meskipun kedua kondisi tersebut memiliki beberapa gejala yang sama, ada perbedaan utama di antara keduanya.

Untuk GERD, asam lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan mulas dan gejala lainnya. Dan gastritis merupakan suatu kondisi dimana lapisan lambung menjadi meradang. Hal ini dapat menyebabkan berbagai gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut.

GERD biasanya diobati dengan obat-obatan yang dapat mengurangi produksi asam lambung, sedangkan gastritis sering diobati dengan obat-obatan yang dapat membantu mengurangi peradangan dalam lambung. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengobati GERD, sedangkan gastritis biasanya sembuh tanpa adanya pengobatan.

Kesimpulannya, pola makan dan gaya hidup yang sehat dan seimbang sangat penting untuk menghindari GERD atau gastritis. Mempertahankan berat badan yang sehat, makan makanan yang teratur, dan menghindari makanan tinggi lemak dan asam adalah kunci untuk mencegah penyakit ini. Jangan lupa untuk selalu menikmati hidup kalian, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman. Jika kalian mengalami gejala seperti mulas, sakit perut, atau mual, pastikan untuk menemui dokter untuk diagnosis lebih lanjut!